Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persahabatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Tema 2 Biar Beda Tetap Bersahabat - Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga

Baca juga penjelasan lebih detil mengenai latar belakang, tujuan, dan daftar isi Tema 2 "Biar Beda Tetap Bersahabat"


Kemasan "Biar Beda Tetap Bersahabat"





Latar Belakang
Konflik antar penganut agama tampak jelas dalam hidup sehari-hari, menganggap orang lain yang berbeda agama sebagai musuh, termasuk karena beda suku, ras, status sosial, gender, dll

Poster "Biar BedaTetap  Bersahabat"
Tujuan
Anak-anak bisa menerima perbedaan sebagai hal yang wajar, mampu menghargainya, dan tetap tenang bila mendapat perlakuan negatif karenanya.









Komponen produk Tema 2. Seri Emmanuel Biar Beda Tetap Bersahabat

Komponen Tema 2 "Biar Beda Tetap Bersahabat"
  1. Poster 
  2. Buku pendamping
  3. Flash cards
  4. CD Cerbin : Cici anak kelinci dan Bangkong yang sombong
  5. VCD Biar beda tetap bersahabat
  6. Seri Anak Berbudi: Kelik si pemurah hati
  7. Seri Anak Berbudi: Persahabatan yang sejati
  8. Seri Olin: Ulang tahun Olin

Kamis, 24 Maret 2011

Latar belakang Tema "Biar Beda Tetap Bersahabat"

Poster Biar Beda Tetap Bersahabat
Perbedaan adalah hal yang amat biasa di alam semesta ini. Tanpa adanya perbedaan betapa akan menjemukan keadaan alam semesta. Dengan adanya perbedaan memungkinkan variasi yang menyenangkan. Kenyataan yang ada di dunia ini menunjukkan bahwa walaupun ada perbedaan manusia satu sama lain saling membutuhkan dan melengkapi.

Namun sayangnya, manusia cenderung berteman dan bergaul dengan orang-orang yang sesuai dengan keinginannya, entah dalam hal minat, hobi, keyakinan ataupun agama. Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa siapa saja yang tak termasuk kelompoknya bukanlah teman atau saudaranya. Jika sikap semacam ini yang dihayati oleh banyak orang, maka pertentangan atau pertengkaran di manamana akan mudah terjadi. Kebalikan dari sikap ini ialah kesiapan menerima perbedaan bukan sebagai masalah tetapi sebagai hal yang wajar, mengingat kita hidup dalam dunia yang penghuninya berasal dari berbagai suku dan budaya; menganut berbagai agama dan aliran kepercayaan; mempunyai beragam ciri fisik dan tingkat ekonomi; dan terdiri dari dua jenis kelamin.

Dari semua perbedaan yang disebutkan di atas, akhir-akhir ini perbedaan agamalah yang paling mudah atau paling sering menimbulkan masalah. Ada banyak agama dan aliran kepercayaan di Indonesia, baik agama Katolik, Kristen, Islam, Hindu, Budha, Khonghucu, dan berbagai aliran kepercayaan. Masing-masing agama dan aliran kepercayaan itu memang memiliki keunikan dan tata cara beribadat yang berbedabeda, namun sebenarnya pribadi mahatinggi yang disembah oleh berbagai agama dan kepercayaan itu satu dan sama. Karena sebagai manusia kita diciptakan oleh pribadi ilahi yang sama, maka bisa juga kita meyakini bahwa semua manusia, apapun agama dan kepercayaannya, adalah sama-sama keturunan Adam dan Hawa yang dulu diciptakan Allah dan ditempatkan di Taman Eden. Dengan demikian, semua manusia itu sebenarnya satu saudara, sama-sama citra Allah dan sama pula martabatnya.

Karena kita semua adalah saudara, walaupun di antara kita terdapat berbagai perbedaan, kita semua layak berada dalam kesatuan seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri Negara Republik Indonesia. Cita-cita persatuan dan kesatuan itu telah dituangkan melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 45 yang berarti ”Walaupun Berbeda-beda tetapi Tetap Satu Jua”.

Adanya perbedaan, jika hal itu diterima sebagai hal yang wajar maka tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika perbedaan itu ditolak dan ada yang mau menyeragamkan, mulailah ada masalah karena yang satu akan merasa lebih tinggi dan yang lain direndahkan. Kita sebagai citra Allah yang merupakan satu saudara keturunan Adam dan Hawa, dan sebagai warga negara Indonesia yang telah dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” sebaiknya sejak dini menumbuhkan dan memupuk kesadaran untuk menghargai semua orang dan mempererat persahabatan tanpa mempermasalahkan perbedaan-perbedaan yang ada. Itulah makna ”Biar Beda Tetap Bersahabat”.

Baca juga: