Tampilkan postingan dengan label Dialog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dialog. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Contoh Dialog Dovi Sheepo dalam Seri Emmanuel: "Terima Kasih"

Dialog Dovi Sheepo: Terima Kasih

Contoh Dialog Dovi Sheepo: Mengucapkan Terima Kasih

  • Sheepo : dovi, dovi. Kamu dimana? Aku punya sesuatu untukmu…
  • Dovi : aku di sini sheepo…(belum menampakkan diri)
  • Sheepo : dimana?
  • Dovi : (di belakang sheepo) dor!!!
  • Sheepo : ah, dovi. Mengagetkan saja. Aku punya sesuatu untukmu. Ini mau kuberikan padamu, kalau kamu mau.
  • Dovi : aku mau. Memangnya apa?
  • Sheepo : ini dia… sebuah poster. Ini bisa dovi warnai, lalu dibingkai. Dovi bisa meletakkan ini di atas meja atau digantung pada dinding kamarnya dovi. Pasti kamar dovi jadi lebih indah.
  • Dovi : Iya ya, bagus lho gambarnya. Terima kasih ya sheepo. Sebagai tanda terima kasih, bagaimana kalau sheepo dovi cium? Hehe…
  • Sheepo : eh, tidak perlu. Bukannya aku menolak, tapi malu sama teman-teman di sana itu lho…
  • Dovi : eh, iya. Ada teman-teman. Selamat pagi teman-teman…
  • Sheepo : selamat pagi….eh, teman-teman tahu tidak tadi aku memberi dovi sebuah poster dan dovi mengungkapkan rasa terima kasih. Bagaimana caranya tadi? (interaktif). Ya, dovi mengucapkan terima kasih dan menerima pemberian sheepo dengan gembira, tidak menolak atau dibuang. Itu membuat sheepo jadi senang.
  • Dovi : teman-teman, kita harus membiasakan mngungkapkan terima kasih, sebagai tanda syukur karena telah diberi sesuatu. Terima kasih boleh diucapkan atau diungkapkan. Dengan mengucapkan terima kasih, berarti kita menghargai pemberian orang. Orang lain memberi kita sesuatu karena mereka menyayangi kita. Sudah sepantasnya kita membalsnya. Caranya ya dengan berterima kasih…
  • Sheepo : yuk kita budayakan berterima kasih…
  • Dovi : ayo, kita berpelukan sheepo…



Lihat juga:
Contoh penggunaan cerita planel: Kesetaraan Gender
Contoh penggunaan cerita planel: Menghormati Orang Tua
Contoh penggunaan cerita planel: Hidup Rukun dalam Keluarga

Contoh penggunaan Kipas Kasih Sayang
Contoh penggunaan Kata Tersembunyi
Contoh penggunaan Kartu Pendapat
Contoh penggunaan Cerita Flanel
Contoh penggunaan Flash Card
Contoh penggunaan Pocket Story
Contoh penggunaan Domino Kasih Sayang

Daftar Isi Seri Emmanuel
Latar Belakang Seri Emmanuel

Rabu, 11 Mei 2011

Penggunaan Seri Emmanuel: Contoh Cerita Flanel "Hidup Rukun dalam Keluarga"

Contoh Cerita Flanel

Contoh Cerita Flanel versi dialog

Contoh penggunaan cerita planel

Hidup Rukun dalam Keluarga

Sore itu, sepulang dari kegiatan ekstrakurikuler Melani tampak cemberut. Ia masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam dan langsung masuk ke kamar tanpa permisi atau sekedar menyapa ayah yang sedang membaca di ruang tamu. Ayah merasa heran dan menyusul ke kamar.
Ayah : “Melani, ada apa denganmu? Kok datang-datang langsung masuk kamar tanpa mengucap salam. Apa kamu ada masalah?”.
Melani : “Itu yah, Kak Simon. Dia tidak mau aku ajak pulang bareng. Katanya malu kalau memboncengkan aku dengan sepedanya.”
Ayah : “Apa benar begitu? Mungkin Kak Simon punya alasan lain. Simon! Kemari nak.”.
Lalu Simon datang mendekati ayah dan Melani.
Simon : “Ada apa Ayah?”
Ayah : “Apakah benar kamu tidak mu memboncengkan adikmu ketika pulang dari sekolah tadi?”
Simon : “Benar yah.”
Ayah : ““Memangnya ada apa dengan adikmu, sampai kamu merasa malu membonceng dia?”
Simon : “Aku kan sama teman-teman, mereka semua bersepeda sendiri, kalau boncengan juga dengan teman yang lain. Masa aku sendiri yang memboncengkan adik.”
Ayah : “Hanya itu alasanmu?”
Simon : “ Ya, itu yah. Melani kan cewek, teman-temanku cowok. Masa dia bareng-bareng anak-anak cowok. Teman-temanku lagi. Dan lagi tadi Melani mintanya sambil maksa dan ngomongnya keras-keraas. Aku kan malu.”
Ayah : “Wah, kamu ini bisa saja. Sekarang ayah mau tanya. Kamu sayang tidak sama adikmu?”
Simon : “Ya, sayang yah.”
Ayah : “Melani, kamu sayang sama kakakmu?”
Melani : “Ya, sayang. Tapi Kak Simon tu, nggak sayang aku.”
Simon : “Eh, aku sayang kok.”
Melani : “Ah, nggak. Buktinya aku nggak dibonceng tadi.”
Ayah : “Lho, kok malah berantem? Ayah sering mendengar dari Ibu kalau kalian sring bertengkar, hanya karena masalah-masalah kecil seperti tadi, hanya karena Simon tidak mau memboncengkan Melani.”
Melani : “Ayah sih, tidak mau membelikan aku sepeda. Kalau aku punya sepeda kan aku bisa naik sepeda sendiri.”
Ayah : “Melani, ini bukan soal kamu punya sepeda atau tidak. Tetapi soal bagaimana kalian menjaga kerukunan sebagai saudara. Mungkin Kak Simon tidak suka dengan cara Melani meminta tolong diboncengkan. Tetapi Simon, kamu juga semestinya mau memboncengkan adikmu, apapun alasanmu. Ayah dan Ibu membelikanmu sepeda yang ada boncengannya dengan tujuan agar kalian selalu berboncengan an menunjukkan kerukunan kalian pada teman-teman.”

Ibu datang dari dapur.
Ibu : “Ada apa ini. Kok Ibu seperti mendengar kalian bertengkar?”
Ayah : “Ini. Melani kesal karena Simon tidak mau memboncengkan saat pulang sekolah tadi.”
Ibu : “Kalian selalu saja begitu, tidak mau rukun. Bukankah sebagai saudara hidup ini akan lebih indah jika kita saling membantu? Simon, kamu sebagai kakak sudah semestinya menjaga adikmu. Sedangkan kamu Melani, coba bicara baik-baik sama kakakmu, mungkin dia akan mengerti apa yang kamu inginkan.”
Simon : “Maafkan aku ya dik. Aku nggak akan mengulangi lagi. Aku pasti mau membonceng kamu. Tapi adik minta baik-baik ya?”
Melani : “Ya kak, maafkan Melani juga ya.”
Ibu : “Nah, begitu. Sekarang karena kalian sudah tidak bertengkar lagi, kita makan bersama. Ibu sudah menyiapkan masakan kesukaan kalian.”
Simon dan Melani : “Asyik.”
Ibu : “Jangan lupa cuci tangan dan berdoa. Ayo ke ruang makan.”

Lihat juga:

Contoh penggunaan cerita planel: Kesetaraan Gender  (versi dialog)
Contoh penggunaan cerita planel: Menghormati Orang Tua  (versi dialog)
Contoh penggunaan cerita planel: Hidup Rukun dalam Keluarga  (versi dialog)


Contoh Cerita Planel Narasi: Kesetaraan Gender (versi narasi)
Contoh Cerita Planel Narasi: Menghormati Orang Tua  (versi narasi)
Contoh Cerita Planel Narasi: Hidup Rukun dalam Keluarga (versi narasi)




Contoh penggunaan Kipas Kasih Sayang
Contoh penggunaan Kata Tersembunyi
Contoh penggunaan Kartu Pendapat
Contoh penggunaan Cerita Flanel
Contoh penggunaan Flash Card
Contoh penggunaan Pocket Story
Contoh penggunaan Domino Kasih Sayang

Daftar Isi Seri Emmanuel
Latar Belakang Seri Emmanuel